6 Kabupaten Mendapat Penghargaan Kriteria Terbaik Program Tuberculosis

Dalam rangka mencapai eliminasi Tuberculosis tahun 2030, perlu dilakukan upaya-upaya percepatan eliminasi Tuberculosis (TBC) sebagai komitmen Pemerintah untuk mencapai eliminasi TBC. Kementerian Kesehatan pada Rakernas tahun 2018 menjadikan Tuberculosis sebagai salah satu topik utama dengan fokus pada penemuan kasus (baik dilayanan kesehatan pemerintah maupun swasta) kepatuhan pengobatan dan untuk mencegah terjadinya TBC Resisten Obat  (TB-RO). 

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan melakukan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Pengendalian Tuberculosis yang diadakan pada tanggal 6-9 Desember 2018 di Hotel Grage Ramayana Jogjakarta. Peserta Pertemuan ini adalah seluruh Wasor di 18 Kabupaten Kota dan Data Officer (DO) dari 5 Kabupaten Kota se-Sumatera Selatan.

Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Pengendalian Tuberculosis

Dalam pertemuan ini membahas evaluasi Program P2-TBC tahun 2017 – 2018 dan Evaluasi Sistem Informasi Terpadu Tuberculosis (SITT) dengan narasumber dari Kementerian Kesehatan Sulistyo, SKM,M.Kes dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yaitu H. Muyono, SKM,M.Kes, Iswara Mespa, SKM, H. Ferry Yanuar, SKM,M.Epid, Gobet Ulba, SKM.

Pada pertemuan ini ada 6 Kabupaten yang mendapatkan penghargaan terbaik dalam pengelolaan program TBC, yaitu :

  1. Kota Palembang : Data officer entry data terbanyak SITT
  2. Lubuk Linggau : Ketepatan waktu dan kelengkapan laporan SITT serta ketepatan waktu laporan capaian CDR
  3. Ogan Komering Ulu : Ketepatan dan kelengkapan data dan arsip pelaporan keuangan
  4. Ogan Komering Ulu Timur : Sistem transportasi rujukan contoh uji Tuberculosis Resisten Obat (RO)
  5. Musi Rawas : Layanan Tuberculosis Resisten Obat (RO) di Rumah Sakit Sub Rujukan
  6. Pali : Progress Succes Rate

Penyerahan penghargaan untuk 6 Kabupaten Kota Se-Sumatera Selatan

Semoga dengan penghargaan yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kabupaten OKU ini dapat meningkatkan motivasi petugas dalam melakukan pengelolaan program TB di Kabupaten OKU. (Editor RW)