Menyiasati Anak Malas Makan

Anak-anak lebih suka ngemil daripada makan bergizi seimbang sudah jamak dihadapi para orang tua. Beberapa penyebabnya disinyalir akibat gangguan kesehatan di rongga mulut seperti sariawan, radang tenggorokan, dan gigi berlubang. Bisa juga ada masalah pada saluran cerna anak. Mediakom mengutips tips paling hit dari buku ‘Siasat Gizi Anak Lebih Sehat Supaya Pintar di Sekolah’ untuk mengatasi masalah tersebut.

Berikan makanan alami :
Setelah anak diperkenalkan makanan lain selain ASI (Air Susu Ibu), usahakan memberi makanan alami dengan membuat sendiri. Jangan memberikan buah hati kita makanan instan atau makanan beku (frozen food).

Hanya sajikan makanan sehat:
Kosongkan kulkas dari makanan yang tidak sehat, siapkan makanan bergizi seimbang pada waktu si buah hati makan. Misalnya, perbanyak sayur dan buah, batasi kudapan berkadar gula tinggi serta olah makanan secara sehat. Begitu anak lapar, mau tidak mau mereka akan memilih makanan yang tersedia di rumah.

Biarkan anak memilih :
Buat daftar makanan yang terbaik bagi anak, lalu biarkan si kecil memilih 2-3 jenis makanan yang paling disukainya karena anak pasti akan menghabiskan makanan yang dipilihnya sendiri.

Olah sayuran secara kreatif :
Jika anak sudah terlanjur tidak suka makan sayuran, maka coba disiasati dengan cara memasukkan sayuran dengan modifikasi bentuk. Misalnya, sayuran diblender atau dihaluskan dulu baru kemudian dimasukkan dalam makanan yang anak-anak suka.

Perkenalkan makanan baru setiap minggu :
Jika awalnya anak tidak mau menyentuh makanan, cobalah lagi. Bila perlu sajikan makanan tersebut sampai 10 kali sebelum si kecil tergerak untuk mencicipi. Penelitian membuktikan anak
akan menerima makanan yang semula ditolaknya, setelah terekspos makanan tersebut sampai 10-15 kali, jadi jangan mudah menyerah. Tapi jangan memaksa atau mengancam anak atau sampai memberikan hukuman. Anak yang dipaksa untuk makan apalagi sampai dicekoki bisa menyebabkan anak tersedak dan menimbulkan trauma.

Sajikan makanan dengan tampilan menarik :
Makanan dengan berbagai bentuk lucu bakal disukai oleh anak. Aneka ragam makanan berwarna juga menarik minat si kecil, maka manfaatkan dari pewarna alami.

Ciptakan suasana makan yang menyenangkan :
Ajaklah buah hati makan dengan penuh kasih sayang dan sesekali terangkan tentang arti makan sehat.

Lupakan aturan ‘habiskan makananmu’ :
Anak harus belajar berhenti begitu kenyang. Jika ia harus selalu menghabiskan apapun (padahal perutnya sudah tidak muat lagi), maka bakal kerepotan untuk menyuruh berhenti makan. Tak perlu menyediakan makanan yang berlebihan, kalau masih lapar si kecil pasti minta lagi.

Introspeksi diri sebagai orang tua :
Apakah selama ini kita terlalu memaksa anak untuk menghabiskan makanan, terlalu otoriter menjalankan aturan makan yang ketat dan berlebihan. Atau sikap kita terlalu obsesif serta
sangat protektif sehingga menimbulkan respons negatif dari buah hati kita.

Siasati acara makan bersama :
Penelitian membuktikan, keluarga yang selalu makan bersama, minimal satu kali sehari akan mengonsumsi makanan yang lebih bergizi dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Jangan
hidangkan semua makanan di atas meja, melainkan taruhlah makanan yang lengkap dan sesuai kebutuhan di piring masing-masing.
(Disadur dari Mediakom, Penulis: Didit Tri Kertapati, http://mediakom.sehatnegeriku.com)