PENINGKATAN KOMPETENSI PELAKSANA PROGRAM UKS DI PUSKESMAS

Usaha Kesehatan Sekolah adalah Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang dijalankan di sekolah-sekolah dengan anak didik beserta lingkungan hidupnya sebagai sasaran utama. UKS merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat, yang pada gilirannya menghasilkan derajat kesehatan yang optimal dan sekaligus meningkatkan prestasi belajar anak sekolah setinggi-tingginya.

Anak usia sekolah merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, selain jumlahnya yang besar (24%) dari jumlah penduduk, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik yaitu berada di sekolah/madrasah. Berdasarkan data BPS  proyeksi penduduk tahun 2017 usia 6-18 tahun yaitu 59,4 juta jiwa, sehingga dapat diperkirakan ada 5,8 juta anak usia 6-18 tahun berada di luar sekolah. Anak yang berada di luar sekolah dapat dijangkau di panti atau lembaga kesejahteraan sosial anak atau di lembaga pemasyarakatan/lembaga pembinaan khusus anak. Maka sebagai pelaksanaan amanah  Permenkes nomor 25 tahun 2014 yang menyatakan bahwa setiap anak usia sekolah harus mendapat pelayanan kesehatan dimanapun mereka berada, Petugas Pelaksana Program UKS di Puskesmas harus dapat melaksanakan kegiatan UKS di wilayah kerjanya.

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah, perguruan agama serta usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan di lingkungan sekolah.

Ruang lingkup program Usaha Kesehatan Sekolah tercermin dalam Tri Program Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS) yaitu penyelenggaraan pendidikan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat.

Foto peserta pertemuan dengan dokter kecil SDN 11 OKU

Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, Petugas Pelaksana Program UKS di Puskesmas harus memiliki kompetensi antara lain :

  1. Memahami Program UKS melalui Trias UKS.
  2. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan pelayanan dan penjaringan kesehatan di sekolah.
  3. Memiliki kemampuan melakukan monitoring dan evaluasi program UKS di wilayah kerjanya.
  4. Memiliki kemampuan menyusun laporan program UKS

Pelayanan Kesehatan anak sekolah menurut  Standar Pelayanan Minimal  Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota (PP No. 2/2018)  diukur dengan menggunakan indikator pelayanan kesehatan yang dapat dilihat dari hasil penjaringan kesehatan pada siswa kelas 1 SD/MI, kelas 7 SMP/MTs dan kelas 10 SMA/SMK/MA yang baru masuk sekolah. Hasil dari penjaringan ini merupakan gambaran kesehatan anak lebih awal yang harus ditindaklanjuti agar anak menjadi semakin siap untuk mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.

Berdasarkan hasil rekapitulasi laporan hasil penjaringan kesehatan anak sekolah kelas 1 SD di Kabupaten OKU tahun 2017 diketahui permasalahan kesehatan yang ditemukan antara lain : status gizi lebih (obesitas), karies gigi, gangguan pendengaran akibat infeksi dan gangguan penglihatan.

Sedangkan permasalahan pada anak sekolah Kelas 7 dan 10 di tingkat SMP dan SMA/SMK/MA selain dari permasalahan status gizi, kesehatan gigi, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran, ditemukan juga permasalahan gaya hidup seperti merokok,  kurang aktifitas fisik serta pergaulan bebas  yang menyebabkan kehamilan sebelum menikah.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi Petugas Pelaksana Program UKS di Puskesmas telah dilaksanakan Kegiatan Peningkatan Kompetensi Tenaga UKS di Puskesmas selama  dua hari mulai tanggal 26 s/d 27 Juli 2018 di Hotel Kemuning Baturaja dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU.

Praktik Pembelajaran Lapangan peserta pertemuan di SDN 11 OKU

Materi pertemuan ini antara lain :

  1. Kebijakan dan starategi operasional UKS
  2. Pelayanan kesehatan di sekolah
  3. Penjaringan kesehatan
  4. Penilaian kesehatan melalui buku raport
  5. Penilaian kesehatan dengan kuesioner meliputi : penilaian riwayat kesehatan anak, penilaian kesehatan keluarga, penilaian status imunisasi, penilaian perilaku berisiko, penilaian kesehatan reproduksi, penilaian kesehatan emosional dan penilaian kesehatan inteligensia
  6. Pemeriksaan fisik meliputi : pemeriksaan tanda vital, status gizi, kebersihan diri, indra penglihatan, indra pendengaran, gigi dan mulut serta pemeriksaan kebugaran jasmani
  7. Praktik Pembelajaran Lapangan di SDN 11 OKU.
  8. Paparan hasil praktik lapangan
  9. Pembinaan lingkungan sekolah sehat
  10. Pengorganisasian UKS
  11. Pembuatan Rencana tindak lanjut.

Semoga setelah mengikuti kegiatan ini Petugas Pelaksana UKS di Puskesmas dapat bekerja lebih baik dalam rangka membantu anak didik untuk hidup sehat agar dapat meraih prestasi belajar yang setinggi-tingginya.(Sumber : Elya, SKM, MPH)