SOSIALISASI KIE KESPRO CATIN TINGKAT PUSKESMAS TANJUNG AGUNG KECAMATAN BATURAJA BARAT KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

Selama ini banyak masyarakat yang beranggapan Tabu, ketika membicarakan masalah Reproduksi kepada calon pengantin(Catin). Menurut sebagian penduduk alat Reproduksi ini hanya dapat di bicarakan oleh orang tua. Pada hal sudah semestinya kita orang tua ikut andil memberikan pemahaman kepada anak yang akan menikah, supaya tidak terjadi pelanggaran di dalam hubungan intim, Disamping itu juga tiap Pasangan harus memiliki komitmen terlebih dahulu harus memahami hidup berumah tangga.

Kepala Puskesmas Tanjung Agung Bapak Efsi Sastra,SKM mengatakan sebenar nya kerja sama antara Puskesmas Tanjung Agung dan KUA Baturaja Barat dalam hal pemeriksaan calon pengantin sudah di laksanakan selama lebih kurang 2 tahun di mana setiap catin  di periksa minimal tekan darah, tinggi badan, berat badan dan  golongan darah, khusus untuk  calon penganti wanita di lakukan pemeriksaan Tes pack dan imunisasi TT, adapun sosialisasi kespro catin pada hari ini tanggal 26 Juli 2018 adalah menindak lanjuti MOU Kepala Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu dengan kepala kementerian Agama kabupaten Ogan Komering Ulu pada 23 Juli lalu yang melibat 10 Puskesmas dan 6 KUA, Puskesmas Tanjung Agung adalah salah satu dari 10 Puskesmas yang terlibat dalam kesepakatan tersebut adalah Puskesmas yang pertama kali melanjutkan sosialisasi lintas sektor tingkat Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Imbuh Kepala Puskesmas, Sebelumnya telah ditanda tangani kesepakatan bersama dengan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Baturaja Barat.

Dari kepala Kantor Urusan Agama Baturaja Barat Bapak H.M.Liswan,S.Ag.MM menjelaskan bahwasanya Usia perkawinan minimal 16 Tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk pria, Hal ini menurut Bapak Kepala Kantor Urusan Agama sudah tertuang dalam Undang Undang Nomor 1 Pasal 7 tahun 1974 tentang Perkawinan, untuk itu setiap calon pengantin dapat melampirkan akte kelahiran, Ijazah atau KTP sebagai bukti mereka memang sudah masuk batasan Usia yang di persyaratkan, adapun jika calon pengantin berusia di bawah usia yang telah ditetapkan oleh Pemeritah, Negara telah mengaturnya di undang-undang nikah agar mereka mengajukan dispensasi.Itukan dari aspek usia sebagaimana ditentukan Oleh Negara, kesiapan psikplogis,sosiologis, ekonomi dan lain-lain harus dipertimbangkan secara objektif, kemudian mengenai wali Nikah bapak H.M Liswan menegaskan bahwasa nya kalau calon pengantin perempuan adalah anak pungut harus di telusurih keberadaan Ayah kandung nya, kalau memang tidak bias di telusuri Ayah kandung, Kakek dari Ayah, Saudara Laki-laki Ayah atau Saudara laki-laki pengantin tidak ada, Yang menikah kan nya adalah Wali hakim(orang yang diangkat oleh pemerintah atau biasa di sebut dengan nama Ahluhalli wal aqdi, yang diberi wewenang untuk bertindak sebagai wali dalam Penikahan.

Dokter Puskesmas Tanjung Agung dr,Riza wahyuni menjelaskan, Masing-masing pihak memilki peran yang sama dalam memperoleh hak-hak reproduksi dan seksual antara lain :

  • Memiliki hak yang sama dalam memutuskan kapan akan mempunyai anak, berapa jumlah anak dan jarak kelahiran.
  • Mendapatkan informasi yang lengkaptentang kesehatan reproduksi dan seksual, serta efek samping obat- obatan, alat dan tindakan medis yang di gunakan untuk mengatasi masalah kesehatan raproduksi dan seksual.
  • Mendapatkan informasi yang mudah, lengkap dan akurat akurat tentang penyakit menular seksua (IMS) dan infeksi saluran reproduksi serta memahamiupaya pencegahan dan penularan nya yang dapat berakibat buruk terhadap kesehatan laki-laki, perempuan dan keturunan nya.
  • Memperoleh informasi dan pelayanan KB yang aman, efektif, terjangkau dan diterima, sesuai dengan pilihan tanpa paksaan.
  • Pihak perempuan berhak mendapatkan pelayanankesehatan reproduksi yang dibutuhkan yang memungkinkan nya sehat dan selamat dalam menjalani kehamilan, persalinan dan nifas serta memperoleh bayi yang sehat.
  • Hubungan suami isteri harus didasari penghargaan terhadap pasangan masing-masing dan dilakukan dalam kondisi dan waktu yang di inginkan bersama tanpa unsure pemaksaan, ancaman dan kekerasan.

Kehidupan seksual Suami Isteri  dapat dipengaruhi oleh factor fisik dan psikis, kalau factor ini baik maka fungsi seksual juga baik.

  • Faktor fisik antara lain : ada tidaknya penyakit, pola hidup atau sedang dalam pengobatan tertentu.
  • Faktor psikis antara lain : ada tidak nya stress, kejenuhan, Serta suasana hubungan yang harmonis.
  • Gangguan kehidupan seksual dapat terjadi pada suami atau ister.
  • Komunikasaikan apa yang menjadikan kebutuhan seksual dari masing-masing pihak agar kedua belah pihak sama-sama puas.

Acara sosialisasi ditutup dengan Acara Tanya jawab, dari kelurahan Batu kuning menanyakan apa saja pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas berkaitan dengan Kespro catin, dokter Puskesmas menjelaskan  kegiatan meliputi status gizi, statusimunisasi TT, pemeriksaan laboratorium(kadar Hb, test pack, urin protein, gula darah, kadar HB, pemeriksaan IMS, ada pun pemeriksaan Thalasemia dan AIDS dilakukan di Rumah sakit, Setelah dilakukan konseling dan pemeriksaan laboratorium, pasangan catin akan diberikan kartu Kesehatan Reproduksi Catin yang berwarna kuning catin dan kartu keterangan sehat yang berwarna putih untuk diserah kan ke KUA sebagai salah satu persyaratan yang harus dilengkapi sebelum akad nikah di laksanakan.

Demikianlah acara sosialisasi ditutup dengan doa dan Photo bersama, semoga dengan adanya kegiatan ini informasi tentang kespro catin dapat tersebar ke seluruh wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung dan dapat di pahami oleh semua kalangan terutama calon pengantin sehingga  status kesehatan terutama status kesehatan ibu dan Anak di wilayah kerja Puskesmas Tanjung agung meningkat ( Hamdedi,SKM)