PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN PADA LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2018

Penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional sangat tergantung pada kemampuan dan kesempurnaan Pegawai Negeri Sipil. Kemampuan dan kesempurnaan Pegawai Negeri Sipil dapat terwujud dengan kepemilikan kompetensi dan peningkatan profesionalisme sehingga mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata.

Berdasarkan Pasal 69 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 20l4 tentang Aparatur Sipil Negara antara lain dinyatakan bahwa pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan Instansi Pemerintah, yang meliputi kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis, kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan, dan Kompetensi sosial kultural yang diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.

Kompetensi merupakan kemampuan kerja setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang mutlak diperlukan dalam melaksanakan tugas-tugas jabatannya. Perlunya uji kompetensi jabatan fungsional adalah didasarkan pada suatu kenyataan bahwa lingkup pekerjaan Jabatan Fungsional tersebut memiliki cakupan pekerjaan yang cukup luas, membutuhkan penguasaan pengetahuan standar teoritis di bidangnya, serta memerlukan penguasaan khusus secara substansial menurut tingkat keahlian pada bidang tertentu. Di samping itu tuntutan perkembangan jenis pekerjaan atau bidang garapan profesi fungsional di masa mendatang akan menuntut ketajaman pemikiran yang terspesialisasikan menurut bidang kompetensi masing-masing secara profesional. Sehingga dengan demikian untuk dapat diketahui keterukuran kemampuan pada setiap jenjangnya maka perlu adanya uji kompetensi.

Penyelenggaraan uji kompetensi jabatan fungsional kesehatan diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017. Ada 30 Jabatan Fungsional dalam lingkungan Kementerian Kesehatan RI yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 20l4 tentang Aparatur Sipil Negara Nomor yang harus melakukan uji kompetensi sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi apabila akan naik jenjang jabatan. Sebagai tahap awal dari pelaksanaan uji kompetensi tenaga kesehatan ada 6 jabatan fungsional (JF) yang harus mengikuti uji kompetensi yaitu JF perawat,  JF perawat gigi, JF perekam medis, JF radiografer, JF tekhnisi elektromedis, dan JF pembimbing kesehatan kerja. JF lainnya akan menyusul berdasarkan peraturan perundangan undangan yang berlaku. Sehubungan dengan hal maka Dinas Kesehatan Kabupaten OKU menyelenggarakan kegiatan sosialisasi uji kompetensi jabatan fungsional kesehatan dan kegiatan penyelenggaraan uji kompetensi tenaga Kesehatan.

Kegiatan sosialisasi uji kompetensi bagi tenaga kesehatan telah dilaksanakan pada tanggal 5- 6 Mei 2018 bertempat di Hotel Symfoni Baturaja. Narasumber berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan dan BPSDM Kabupaten OKU. Peserta  pertemuan berasal dari 18 UPTD puskesmas Se-Kabupaten OKU dan RSUD Ibnu Soetowo. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah mampu memahami mengenai uji kompetensi jabatan fungsional kesehatan dan mampu mensosialisasikan kembali pada  tenaga kesehatan yang ada pada unit kerjanya masing-masing.

Pada saat kegiatan sosialisasi ini ditemukan beberapa persoalan yang cukup mendasar yaitu masih banyaknya peserta yang belum memahami antara perbedaan kenaikan pangkat dan kenaikan jenjang jabatan. Sehingga narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan maupun BPSDM membuat beberapa contoh kasus dan simulasi sehingga informasi yang diterima tidak keliru.

Pendataan calon peserta uji komptensi dilakukan kurang lebih selama satu bulan. Validasi dan verifikasi data calon peserta dilakukan oleh Tim Pelaksana Uji Komptensi

Pendataan calon peserta uji komptensi dilakukan kurang lebih selama satu bulan. Validasi dan verifikasi data calon peserta dilakukan oleh Tim Pelaksana Uji Komptensi Tenaga Kesehatan.

Tim Pelaksana dan Tim Penguji juga melakukan Kaji Banding ke Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan

dalam rangka untuk belajar bagaimana sistem dan metode yang digunakan dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan. Beberapa dokumen yang harus ada dan dibawa oleh peserta uji adalah Surat Tugas dari atasan langsung, permohonan untuk mengikuti Uji Kompetensi diatas materai Rp. 6000,- ; SKP tahun terakhir, SK fungsional terakhir, Logbook/uraian kegiatan harian, Kalender kerja bulanan, beberapa contoh dokumen asukan pelayanan sesuai dengan jabatan fungsional, foto dokumen pelaksanaan kegiatan harian, sertifikat pelatihan sesuai dengan kompetensinya, penghargaan yang relevan dengan bidang kesehatan dan karya pengembangan profesi.

Materi uji kompetensi mengacu pada butir butir kegiatan jenjang jabatan yang sedang dipangku dan jenjang yang akan dipangku. Adapun Metode uji, dapat berupa Portofolio (wajib), Uji Tulis, Uji Lisan dan Uji Praktik. Portofolio/ logbook adalah Laporan lengkap segala aktifitas seseorang yang dilakukannya yang menunjukan kecakapan pejabat fungsional kesehatan. Digunakan sebagai salah satu cara penilaian yang mampu mengungkap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar setiap pejabat fungsional kesehatan.

Pelaksanaan uji kompetensi tenaga kesehatan di Kabupaten OKU dilaksanakan dari tanggal 28 – 30 Juni 2018 bertempat di ruang pertemuan Hotel Grand Kemuning Baturaja. Pembukaan kegiatan Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan H. Suharmasto, SKM.M.Epid yang didamping oleh Kabid SDK Lukman Hakim, SKM.M.Si. Pelaksanaan uji kompetesi mendapat pengawasan langsung dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera selatan sebagai instansi pembina. Tim Penguji berasal dari Fungsional perawat yang bertugas di RSUD ibnu Soetowo dan UPTD Puskesmas. Jabatan fungsional kesehatan yang mengikuti uji kompetensi berasal dari JF perawat dan JF perawat gigi. Jumlah peserta uji kompetensi tenaga kesehatan adalah 49 orang. Hasil pelaksanaan uji kompetensi kemudian akan dilaporkan pada Pusat Peningkatan Mutu SDM Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan. (Zulicha Diah S)